Pada tahun 1978, sekelompok teman berusia dua puluhan tahun dari Northern Pantai , Sydney, membentuk sebuah band bernama Choirboys. Dikelilingi oleh hiruk pikuk budaya anak muda era 70-an yang liar dan hedonistik, mereka meresapi semuanya—setiap langkah yang salah, setiap pesta, setiap momen yang tak terduga. Kehidupan itulah yang pada akhirnya melahirkan lagu kebangsaan mereka: Run to Paradise.

Didorong oleh kisah-kisah yang telah lama menggema di lorong-lorong sejarah rock, Run to Paradise menjadi lebih dari sekadar hit; ia menjadi kalimat pembuka dalam sebuah buku berisi kisah-kisah yang tak terungkap. Kini, 35 tahun kemudian, band ini siap membuka buku itu dan menumpahkan segalanya.
Sebagian konser, sebagian cerita, Run to Paradise adalah perjalanan yang lugas, kocak, dan mencengangkan melalui era keemasan pub rock Australia. Dituturkan dengan kata-kata mereka sendiri, Choirboys berbagi kisah-kisah yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya, malam-malam yang liar, kegilaan di balik panggung, dan kegilaan yang hanya bisa ditanggung oleh sebuah band rock, seperti yang diingat oleh para ikon pub-rock Australia ini.

Diiringi dengan soundtrack lagu-lagu paling legendaris pada era itu dari AC/DC, The Angels, Dragon, Screaming Jets, Deep Purple, Divinyls, dan banyak lagi ditambah semua hits Choirboys termasuk Boys Will Be Boys, Never Gonna Die, Struggletown, dan tentu saja, Run to Paradise.

Ini adalah Run to Paradise yang ceritanya liar, musiknya keras, dan kebenarannya ada di antara keduanya.