Corteo, yang berarti iring-iringan dalam bahasa Italia, adalah prosesi penuh kegembiraan, parade meriah yang dibayangkan oleh seorang badut. Pertunjukan ini menyatukan gairah seniman dengan keanggunan dan kekuatan akrobat untuk membawa penonton ke dunia teatrikal yang penuh kesenangan, komedi, dan spontanitas yang terletak di ruang misterius antara surga dan bumi.

Badut tersebut menggambarkan pemakamannya sendiri berlangsung dalam suasana karnaval, diawasi oleh malaikat yang peduli dengan tenang. Dengan menyandingkan yang besar dengan yang kecil, yang konyol dengan yang tragis, dan keajaiban kesempurnaan dengan pesona ketidaksempurnaan, pertunjukan tersebut menyoroti kekuatan dan kerapuhan badut, serta kebijaksanaan dan kebaikannya, untuk menggambarkan bagian dari kemanusiaan yang ada dalam diri kita masing-masing. Musiknya berubah menjadi liris dan ceria, membawa Corteo melalui perayaan abadi di mana ilusi menggoda kenyataan.

Dalam pertunjukan Cirque du Soleil pertama, panggung berada di tengah arena dan membagi tempat pertunjukan, dengan masing-masing setengah penonton menghadap setengah lainnya, sehingga memberikan perspektif unik tidak hanya terhadap pertunjukan, tetapi juga pandangan pemain terhadap penonton. Suasana yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam pertunjukan arena Cirque du Soleil.