SEVEN Gravel Race memang tidak dirancang untuk mudah. Sejak awal, rencananya adalah menciptakan ajang berskala epik yang dapat disejajarkan dengan etape awal Tour de France atau monumen balap sepeda masa kini seperti Paris-Roubaix. Tujuannya ambisius dan bukan untuk dinilai oleh mereka yang belum pernah mengikuti balapan di lintasan tersebut.

Bagi banyak orang, menyelesaikan jalur 125 kilometer dalam sepuluh jam yang dialokasikan sudah merupakan sebuah prestasi. Bagi yang lain, lolos ke Kejuaraan Dunia Gravel dan kesempatan untuk berlomba melawan pebalap terbaik dunia akan menjadi tolok ukur mereka. Mereka keliru jika mengatakan tidak ada yang gagal, karena sejumlah pebalap memang gagal setiap tahun. Akan selalu ada tahun depan. Bagi sebagian orang, menyelesaikan jalur 85 kilometer, 50 kilometer, atau 25 kilometer sudah cukup untuk mendefinisikan ulang batas kemampuan mereka.

Seven Gravel Race adalah sirkuit kelas dunia. Pada tahun 2026, sirkuit ini akan bergabung dengan tiga puluh lima Acara lain di seluruh dunia sebagai bagian dari UCI Gravel World Series. Pada tahun 2026, sirkuit ini juga akan menjadi tuan rumah UCI Gravel World Championships. Sirkuit yang diselenggarakan pada bulan Mei akan sama dengan sirkuit yang diselenggarakan untuk UCI Gravel World Championships pada bulan Oktober!