Selagi berada di Broome, Anda akan menemukan gaya makan yang dipengaruhi oleh iklim dan warisan multikultur di kota ini.
Banyak keluarga mungkin merupakan campuran dari orang Aborigin, Jepang, Tionghoa, Indonesia, Malaysia dan Eropa. Tambahkan iklim hangat tropis dan Anda akan mendapatkan resep untuk kultur makanan yang sangat berbeda dari tempat-tempat lainnya di Australia Barat.
Broome memiliki tempat-tempat kuliner favorit. Anda bisa menikmati bermacam-macam variasi menu di Cable Beach Club yang ikonik (Cable Beach Rd, Broome) dengan resto seperti Kichi Kichi yang menyajikan masakan Asia, masakan Italia di Cichetti Club dan restoran fine dining khas Karibia, Le Rhum Bar. Selain itu ada The Aarli (16 Hamersley St, Broome) di Hamersley Street yang mungkin merupakan restoran yang menerima paling banyak tip dari warga setempat. Restoran ini telah membangun reputasinya selama bertahun-tahun sebagai "restoran Australia modern di lingkungan tropis" yang cita rasanya sangat dipengaruhi oleh masakan khas Asia. Anda akan mencicipi rasa khas Vietnam, Thai dan Singapura pada menunya yang eklektik - bayangkan iga domba asam manis, terong garing dengan yuxiang, atau barramundi panggang dengan nam jim merah dan nasi.

Matso's Broome Brewery
Jika Anda mencari sesuatu yang baru, Papa Fuego (2 Louis St, Broome) menghadirkan gaya Amerika Selatan di kancah kuliner Broome. Bagian dari Hotel Continental yang telah direnovasi, dekat dengan Roebuck Bay, koki Russell Blaikie menggambarkannya sebagai tempat untuk "datang dan berpesta, di mana musiknya membahana dan hidangannya sederhana, gurih dan bercita rasa asap”. Sebagai salah satu koki kenamaan di negara bagian ini, Blaikie kini menjabat sebagai direktur makanan untuk Prendiville Group Perth, pemilik dan pengelola Hotel Continental dan Hotel Mangrove di Broome, serta properti-properti terbaik di Fremantle, Swan Valley, Cottesloe dan Pulau Rottnest Island. Sang koki punya kontribusi kecil di Papa Fuego, dan memuji tim yang mencetuskan "konsep makanan jalanan yang berpusat pada koktail, yang dimasak di atas jarrah di sebuah panggangan parilla besar.”
Di dekatnya berdiri sebuah tempat yang mungkin paling baik mencerminkan gaya santai di Broome: Matso’s Broome Brewery (60 Hamersley St, Broome), yang menyatakan diri mereka sebagai pabrik bir paling terpencil di Australia. Beroperasi sejak tahun 2000, mereka menyediakan minuman-minuman standar, serta favorit warga setempat: Bir Jahe, Bir Mangga dan bahkan Bir Cabai, jika Broome belum cukup panas untuk Anda. Menu yang disediakan beragam, mulai dari sajian klasik sampai kari ala India dari Matso’s Curry Hut.

Roebuck Bay, Broome
Tempat baru yang dengan cepat menjadi favorit warga setempat adalah Wild Flower Broome (Unit 4, Seaview Shopping Centre, 63 Robinson St, Broome), sebuah bar tapas di Town Beach. “Kami punya kakap putih Cone Bay, ikan kuro dari sekitar Pulau Kakatua, serta domba Walaja dan madu dari Di Appleby, produsen setempat,” kata koki sekaligus pemilik, Jaimie Laing. “Kami mencoba untuk menghidangkan hanya menu lokal.” Ini termasuk menggunakan bahan-bahan lokal baik di dapur maupun untuk koktail signature mereka. Laing memperoleh bahan-bahan ini dari seorang wanita keturunan Jabirr Jabirr, Nyul Nyul, dan Yawuru setempat bernama Pat Mamanyjun Torres, yang dikenal di seluruh negeri karena pengetahuannya tentang bahan-bahan asli setempat dan perusahaannya, Mayi Harvests. “Kami menggunakan rosella atau riberry untuk koktail signature kami, The Wild Flower, tergantung kepada musimnya,” kata Laing.
Tren kafe juga sangat kuat di Broome. Lagi-lagi, warga setempat punya banyak rekomendasi, seperti Green Mango Cafe (Shop 2, 12 Carnarvon St, Broome) di Carnarvon St, dan Dragonfly Cafe (Unit 3, 6 Carnarvon St, Broome) di dekatnya yang menghidangkan taco isi kakap putih yang menakjubkan. Untuk kopi ada The Good Cartel (3 Weld St, Broome) dan Little Local (Jones Pl, Broome). Lalu, ada Mabu Mayi (55 Reid Rd, Cable Beach) di Pusat Kesehatan Kultural Liyan Ngan Nyirrwa di dekat Cable Beach yang tidak terlalu ramai, di mana koki Lenny Tang Wei memadukan warisan kebudayaan Bardi dan Tionghoanya dalam hidangan-hidangan seperti nasi goreng dengan daging babi rosella.

Green Mango Cafe, Broome
Bagi banyak orang, daya tarik terbesar Broome adalah matahari terbenamnya yang spektakuler. Anda bisa menikmati lautnya bersama Broome Cruises untuk jamuan hidangan laut Australia Barat dan bir yang enak, atau menikmati piknik dari Little Wild Flower, yang juga dikelola oleh Jaimie Laing, yang mengatakan bahwa mereka menyediakan segalanya, mulai dari antipasti untuk berdua, sampai santap malam lengkap empat course di Cable Beach dengan beanbag, pelayan dan koki di pantai.
Atur jadwal kunjungan Anda dan pilihlah saat yang tepat untuk menyaksikan bulan terbit. Banyak yang bilang pemandangan ini tampak paling indah dari Hotel Mangrove saat bulan purnama menggantung di atas Roebuck Bay, dan dataran pasang-surut yang terpapar memantulkan langit dan menciptakan fenomena alam yang disebut “tangga ke bulan”.
Lalu ada festival Shinju Matsuri tahunan di Perth, yang merayakan sejarah perburuan mutiara yang unik di kota ini dan dampak budayanya, dengan berbagai acara yang melibatkan para penampil dan seniman setempat, serta kancah kuliner setempat. Dan yang terbaik dari semuanya? Kesempatan untuk bersantap malam di bawah langit berbintang di pantai.
Diterbitkan Januari 2022.